Gus Nabil Minta Pemerintah Lakukan Sosialisasi Masif Demi Cegah Virus Omicron

Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen. Foto: Dok/Man
Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen berharap pemerintah melakukan sosialisasi masif untuk mencegah masuk varian virus Corona baru, Omicron, ke Indonesia. Sosialisasi ini menjadi krusial, karena berdasarkan informasi yang ia terima, hingga kini masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan virus Covid-19. Pemerintah harus segera memberikan sosialisasi yang mudah diterima masyarakat.
“Saya sudah keliling di Jawa dan Sumatera, bahkan masih banyak yg tidak percaya. Ketidakpercayaan mereka karena tidak adanya arus informasi yang cukup kepada mereka. Sehingga ini perlu menjadi catatan yang sangat penting.” terang Gus Nabil, sapaan akrabnya, dalam Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Antisipasi Varian Omicron Jelang Nataru Tahun 2021’ di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2021).
Informasi perkembangan pandemi Covid-19 terbaru tidak sampai penuh kepada masyarakat akibat beberapa wilayah di Indonesia belum memiliki akses internet yang memadai. Sehingga, mengakibatkan edukasi pencegahan dan penangan Covid-19 terkini. “Banyak sekali daerah di tempat terpencil, bahkan di Jawa ini masih banyak sekali daerah yang ‘blind spot’ internet. Sehingga, arus informasi juga sangat sulit masuk di tengah mereka,” tutur legislator daerah pemiliihan (dapil) Jawa Tengah V tersebut.
Jika masalah ketidakpercayaan ini dibiarkan terjadi tanpa ada penanganan maka berpotensi memperparah situasi penanganan pandemi. Oleh karena itu, dirinya menekankan sosialisasi dengan pemaparan yang lebih mudah perlu dilakukan oleh Pemerintah. Selain meminta pemerintah melaksankan sosialisasi, Politisi PDI-Perjuangan itu menegaskan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, ia pun menilai screening harus digencarkan kembali agar penyebaran pandemi bisa diawasi dan ditelusuri.
Sebagai informasi, varian baru Omicron diumumkan terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2021. Varian Omicron dinilai mengkhawatirkan. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa bukti awal varian ini menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dibandingkan dengan Variant of Concern (VOC) lainnya. (ts/sf)